Thursday, July 27, 2017

Persiapkan Asuransi Kesehatan Dengan Matang

Persiapkan Asuransi Kesehatan Dengan Matang - Serangan penyakit stroke kini mampu menimpa siapa saja , bahkan remajapun tak sedikit yang sudah terserang penyakit stroke. Penerapan contoh hidup , dari mulai contoh makan yang tidak teratur , gaya hidup yang tidak terkontrol , padatnya acara dan banyaknya pekerjaan. Gejala stroke ini mampu menimpa siapa saja , usia muda dengan kesibukan dan contoh hidup yang tidak terkontrolpun memungkinkan timbulnya gejala tersebut.

Jika seluruh anggota keluarga bergantung pada kita jaminan apa yang kemudian mampu menanggung mereka dikemudian hari bila resiko terburuk melanda. Jawaban ketika ini yaitu adanya asuransi kesehatan ataupun asuransi jiwa. Langkah yang sempurna bila kita memiliki persiapan yang matang dalam merancang kehidupan.

Bisa dikatakan bentuk tanggung jawab kita kepada keluarga dengan menunjukkan payung yang sempurna , yang mampu memproteksi diri anda dan keluarga. Persiapkan semenjak dini alasannya ialah kehidupan tidak mampu diprediksi.

Respon Positif Masyarakat di Tengah Meningkatnya Industri Asuransi

Respon masyarakat menyambut perhelatan industri Asuransi Indonesia yang semakin meningkat cukup disambut hangat oleh masyarakat untuk menanggapi pentingnya berasuransi bagi kehidupan. Penawaran-penawaran asuransi yang menggiurkan mulai dari premi rendah , asuransi pemanis , dan keuntungan-keuntungan lainnya yang mampu didapatkan pelanggan menjadi senjata industri asuransi dalam menarik minat masyarakat.

Asuransi Jiwa dikala ini masih menjadi jenis asuransi yang dipilih oleh masyarakat alasannya yaitu mencakup jaminan langsung masyarakat dan keluarga , selain itu juga ada asuransi KPR yang sangat membantu masyarakat dalam keringanan cicilan rumah yang dimilikinya , asuransi pendidikan juga banyak dipilih masyarakat yang diberikan untuk anak-anaknya guna memperingan biaya pendidikan yang semakin lama semakin tinggi.

Fenomena ini menawarkan Respon Positif Masyarakat di Tengah Meningkatnya Industri Asuransi  yang benar-benar menjamin kehidupan masyarakat di tengah lonjakan biaya kehidupan yang semakin meningkat , mengingat tujuan dari asuransi sendiri memayungi masyarakat demi menciptakan kesejahteraan hidup masyarakat.

Kebahagiaan Menjadi Bagian Terpenting Di Masa Tua


Kebahagiaan Menjadi Bagian Terpenting Di Masa Tua-Sudah menjadi fitrah bagi setiap insan bagi siapa yang bertambah usianya tentunya akan mengalami perubahan baik secara fisik maupun kesehatan , perbedaan yang cukup mencolok jikalau kita membandingan antara insan yang sudah lanjut usia dengan kawula muda dari mulai stamina , kelincahan dan kekencangan kulit.

Namun tidak dengan kebahagiaan setiap insan baik renta maupun muda tidak ada batasan umur bagi yang ingin mencicipi kebahagiaan , penentu seseorang tersebut bahagia atau tidaknya yakni diri mereka sendiri , umumnya setiap orang mampu dikatakan bahagia apabila iya telah meraih pencapaian sesuatu dalam hidup terhadap sesuatu yang iya inginkan.

Berikut yakni tips biar anda dapat mempersiapkan kebahagiaan mulai dari sekarang untuk masa renta kelak :

1. Meningkatkan aspek spiritual , intelektual dan emosi.
Ketiga aspek ini yakni hal yang harus anda optimalkan semenjak sekarang dengan begini , kesehatan hati anda akan tetap terjaga dengan kecerdasan dalam pengendalian emosi & spiritual jangan lupa juga untuk rutin melaksanakan olahraga.

2. Hubungan sosial yang harmonis.
Menjalin relasi sosial yang baik dengan lingkungan sekitar mulai menyalurkan hoby bersama atau acara lainnya yang faktual akan berdampak faktual juga dengan kesehatan jiwa anda.

3. Aspek ekonomi
Walaupun banyak orang yang bilang “uang bukanlah satu-satunya hal untuk menjamin kebahagiaan” tapi hidup anda mungkin akan lebih bahagia jikalau segalanya kebutuhan hidup dimasa renta tercukupi dengan harta yang anda miliki , banyak cara untuk mempersiapkan ekonomi untuk kebahagiaan dimasa mendatang salah satunya dengan tabungan investasi atau yang paling mudah yakni melanjutkan hoby menjadi acara yang lebih memiliki nilai ekonomi misalnya bercocok tanam dan menjual hasil tanaman anda.

Asuransi Jiwa : Pilih Term Life atau Whole Life

Asuransi Jiwa : Pilih Term Life atau Whole Life - Produk asuransi jiwa memiliki banyak varian dan jenis asuransi dengan aneka macam keunggulan dan manfaat yang mampu kita ambil , akan tetapi ketika kita dihadapkan pada situasi untuk memilih produk asuransi mana yang akan dipilih kita menjadi galau , mana produk asuransi yang tepat.


Pada dasarnya asuransi jiwa terdiri atas 2 produk yaitu asuransi jiwa tradisional dan asuransi jiwa modern ,  Asuransi jiwa Term life dan Whole life ini masuk dalam jenis asuransi tradisional. Study kasus dibawah ini mungkin mampu membantu anda untuk memilih manakah asuransi jiwa yang sempurna sesuai dengan kebutuhan anda


Study kasus :
1.    Bapak A membeli asuransi jiwa jenis "term life" yang berjangka waktu 20 tahun pada usia 30 tahun. Yang bersangkutan akan dilindungi oleh asuransi hingga usianya menginjak 50 tahun. Jika bapak A meninggal dalam jangka waktu 20 tahun semenjak ia mengambil polis asuransi maka santunan jiwa akan diberikan kepada jago warisnya.  Namun apabila Bapak A masih hidup hingga dengan habis masa pertanggungannya maka yang bersangkutan tidak akan mendapatkan apapun dan premi yang sudah dibayarkan akan hangus.


2.    Bapak B membeli asuransi Jiwa jenis “whole life” , yang akan memperlihatkan derma seumur hidup atau biasanya hingga dengan usia 99 tahun , apabila selama masa pertanggungan itu bapak B meninggal maka jago waris akan mendapatkan santunan jiwa.  perbedaannya dengan asuransi term life , pada asuransi termlife kalau hingga masa pertanggungannya ternyata tertanggung masih hidup maka tidak akan memperoleh apapun , lain halnya dengan asuransi whole life  apabila hingga dengan usia 99 tahun ternyata bapak B masih sehat walafiat maka ada nilai tunai yang akan diberikan , premi yang sudah dibayarkan tidak akan pernah hangus.


Dari study kasus diatas kita dapat mengetahui jenis pertanggungan yang diberikan oleh asuransi Term life dan whole life , Biasanya premi yang dibayarkan untuk asuransi whole life lebih mahal daripada asuransi term life , ini alasannya ialah resiko klaim pasti terjadi. Jarang ada orang yang sehat hingga usia 99 tahun kan? Di Indonesia , angka impian hidup pria  65 tahun dan wanita 70 tahun.


Sekarang tergantung kepada anda , jenis asuransi terbaik  seperti apa yang anda butuhkan , semoga anda mampu memperoleh manfaat yang optimal sesuai dengan kebutuhan dan budget anda.

Pengertian Grace Period Dalam Asuransi Jiwa


Pengertian Grace Period Dalam Asuransi Jiwa - Apa yang dimaksud dengan Grace Period dalam Asuransi Jiwa? Mungkin anda sering mendengar istilah grace period dalam asuransi jiwa , namun belum mengetahui apa bahwasanya yang dimaksud dengan Grace period. Grace period disebut juga dengan tenggang waktu. Dalam Polis asuransi jiwa biasanya mencantumkan ketentuan batas waktu tenggang ( grace period ) pembayaran premi lanjutan.
Premi lanjutan yakni premi yang harus dibayar setelah premi pertama , Grace period yakni jangka waktu tertentu , biasanya 30 atau 31 hari setelah tanggal jatuh tempo pembayaran premi lanjutan dalam jangka waktu dimana premi dapat dibayar tanpa sanksi.
Pada umumnya diperadilan , grace period selama 30 atau 31 hari tersebut yakni minimum batas waktu tenggang yang diperbolehkan. Ada juga perusahaan asuransi yang menunjukkan jenis asuransi grace period lebih lama umpamanya 2 bulan ( 60 hari ). Selama grace period tersebut polis tetap aktif berlaku ( inforce ) dan jikalau premi dibayar dalam waktu grace period , perusahaan asuransi akan menyetujui sebagai pembayaran sempurna waktu . Jika tertanggung meninggal dunia dalam waktu grace period , perusahaan akan membayar polis dengan mengurangi premi yang belum dibayar.
Jika premi lanjutan polis tidak dibayar selama grace period , maka polis tersebut disebut batal ( lapse ). Akan tetapi apabila polis telah mempunyai nilai tunai , ada beberapa perusahaan asuransi terbaik yang menetapkan bahwa polis belum dianggap batal. Walaupun tertanggung tidak membayar premi selama grace period.

Tips Menghitung Premi Asuransi Pendidikan

Tips Menghitung Premi Asuransi Pendidikan - Saat memutuskan untuk membeli jenis asuransi pendidikan bagi anak , seringkali orang bau tanah kurang memperhitungkan dengan cermat jumlah dana yang nantinya akan diterima dari perusahaan asuransi dalam menanggung biaya pendidikan anaknya kelak.

Sebisa mungkin upayakan biar jumlah dana dari asuransi mencukupi biaya pendidikan anak anda , terlebih apabila terjadi klaim. Kalau pun jumlahnya kurang , usahakan tambahannya nanti tidak besar. Hal ini tentunya bertujuan untuk mengoptimalkan manfaat asuransi terbaik yang hendak anda ikuti.

Berikut cara penghitungan dana pendidikan untuk anak:

  1. Ketahui dulu berapa biaya pendidikan ketika ini sesuai dengan tahapan pendidikan yang akan dilewati. Bila ketika ini anak anda masih balita , anda perlu mencari tahu berapa biaya pendidikan ketika ini untuk TK , SD , SMP , SMU , dan Perguruan tinggi.

  2. Hitung , masih tersisa berapa lama lagi waktu untuk mempersiapkan dana pendidikan bagi anak Anda dalam mencapai jenjang pendidikan tersebut. Misal , anak Anda gres berusia 1 tahun. Makara , Anda masih memiliki  waktu sekitar 3 tahun untuk menyiapkan biaya untuk TK; 6 tahun untuk SD; 12 tahun untuk SMP; 15 tahun untuk SMU; dan 18 tahun untuk Perguruan Tinggi.

  3. Perkirakan dengan matang berapa biaya pendidikan anak anda kelak. Dengan asumsi kenaikan biaya pendidikan 10 persen/tahun , hal ini mengingat rata-rata kenaikan biaya pendidikan diIndonesia sekitar 10 % per tahunnya. Ulangi penghitungan ini untuk jenjang-jenjang pendidikan yang lain.

  4. Mintalah ilustrasi kepada distributor asuransi dari perusahaan asuransi pendidikan yang anda pilih , sehingga anda dapat mengetahui berapa besar premi asuransi yang seharusnya dibayarkan  agar anak anda mampu meneruskan pendidikan di sekolah dengan kualitas yang Anda inginkan dan memperoleh manfaat yang optimal.

Asuransi Kesehatan Individu Dan Ketentuannya

asuransi kesehatan
Asuransi Kesehatan Individu Dan Ketentuannya - Kesadaran masyarakat Indonesia akan manfaat Asuransi bagi kehidupan semakin meningkat. Salah satu produk asuransi yang banyak diminati yaitu Asuransi Kesehatan.  Asuransi Kesehatan dapat dimiliki secara individu maupun kelompok.

Asuransi Kesehatan Individu yaitu Jenis Asuransi yang dibeli secara perseorangan , bukan diberikan oleh perusahaan pemberi kerja. Sedangkan Asuransi Kesehatan Kelompok yaitu asuransi yang diberikan oleh pemberi kerja / perusahaan kepada karyawannya sebagai salah satu fasilitas.

Akan tetapi ada kalanya pengajuan untuk kepemilikan asuransi kesehatan individu ini ditolak oleh perusahaan asuransi. Kesal? Yah itulah mungkin yang akan kita rasakan ketika mendapatkan penolakan , padahal kita sudah memiliki impian yang tinggi untuk mampu memiliki produk asuransi terbaik tersebut. Berikut ini akan dipaparkan beberapa hal yang menjadi ketentuan perusahaan asuransi yang membuat aplikasi kita ditolak.

Pada ketika melaksanakan registrasi untuk Asuransi Kesehatan Individu , umumnya perusahaan asuransi menggunakan proses yang disebut dengan underwriting , underwriting digunakan untuk mengetahui usia , jenis kelamin dan riwayat kesehatan calon tertanggung. Informasi ini digunakan sebagai dasar untuk memutuskan apakah akan mendapatkan aplikasi calon tertanggung ataukah tidak , dan  untuk menentukan berapa besarnya premi yang akan dikenakan.

Panduan underwriting tiap perusahaan asuransi berbeda-beda dan tidak dipublikasikan kepada umum , akan tetapi pada umumnya ketentuan tersebut menyangkut :

1.Tinggi dan berat tubuh standar calon tertanggung , pengukurannya disebut dengan Body Mass Index , apabila BMI berada diatas 39 maka perusahaan asuransi akan menolak aplikasi anda. Bila BMI anda 30 -39 aplikasi kemungkina akan diterima akan tetapi dengan premi yang lebih tinggi.

2.Kondisi Kesehatan , ada beberapa kondisi kesehatan calon tertanggung yang membuat aplikasi pribadi ditolak yaitu memiliki problem kesehatan yang belum diperiksa oleh dokter , , problem kesehatan yang tidak dapat dijelaskan secara medis , masih berada dalam perawatan , penyakit kronis tertentu ibarat AIDS , gangguan mental parah , penyakit jantung , gagal ginjal , diabetes dll

3.Kondisi Kesehatan dan Gaya hidup/pekerjaan yang dapat menyebabkan asuransi ditolak , dibatasi lingkupnya , atau dikenai premi suplemen , misalnya: problem kesehatan masa lalu yang telah sembuh atau tidak mengakibatkan gejala lagi (misalnya stroke setelah 10 tahun yang tidak mengakibatkan kekambuhan) , alergi , benjol indera pendengaran yang terkontrol , cedera otot , migrain , depresi , maupun pekerjaan yang beresiko tinggi misalnya sebagai penyelam/penerjun payung.

Semoga dari uraian informasi asuransi diatas kita akan semakin mengenal ASURANSI KESEHATAN INDIVIDU dan ketentuan yang berlaku di perusahaan asuransi.